Tenchu: Stealth Assassins (1998)
Sandbox Ninja Jepang Feodal Karya Acquire yang Merintis Genre Endap 3D Sebelum Metal Gear Solid
Tenchu: Stealth Assassins — terbit perdana di Jepang dengan judul Rittai Ninja Katsugeki Tenchu — adalah game aksi-endap 3D tahun 1998 garapan Acquire yang diterbitkan Sony Music Entertainment Japan serta Activision untuk PlayStation. Disutradarai Takuma Endo dengan iringan musik tradisional-progresif gubahan Noriyuki Asakura, game ini meluncur Februari 1998 mendahului Metal Gear Solid maupun Thief sebagai pelopor infiltrasi vertikal.
Penyusupan Atap dengan Tali Pengait dan Indikator Ki
Meluncur di Jepang enam bulan lebih awal ketimbang Metal Gear Solid dan sembilan bulan sebelum Thief: The Dark Project, karya debut studio Acquire ini menjadikan ketinggian atap, bayangan malam, serta kesabaran sebagai senjata utama seorang shinobi. Mengabdi kepada bangsawan bijaksana Lord Gohda Matsunoshin demi menumpas saudagar korup hingga penyihir iblis Lord Mei-Oh, pemain memilih pendekar tenang Rikimaru atau kunoichi lincah berpedang kembar Ayame melintasi sepuluh kawasan terbuka bercorak susunan penjaga acak. Melontarkan tali pengait ke bubungan genting memungkinkan penyusupan tanpa jejak di atas halaman, dipandu angka detak jantung Ki Meter guna menakar jarak patroli sebelum mengeksekusi Stealth Kill mematikan dalam satu tebasan.
Peringkat Grand Master, Musik Asakura, dan Leluhur Sekiro
Berbeda jauh dari game ninja arkade yang mengagungkan pertarungan terbuka, Tenchu menghukum setiap kecerobohan yang terpergok penjaga pada layar evaluasi akhir dan hanya menganugerahkan gelar tertinggi Grand Master — beserta peralatan rahasia seperti nasi kepal beracun, ranjau paku, hingga bom asap — kepada bayangan senyap yang menuntaskan tugas tanpa terlihat. Komposer Rurouni Kenshin, Noriyuki Asakura, merajut petikan gitar flamenko, seruling shakuhachi, biwa, dan rock progresif menjadi lanskap suara malam yang menghipnotis. Dua dekade berselang, FromSoftware selaku pemegang lisensi Tenchu merancang prototipe penerus spiritual yang mekanik tali pengait vertikal serta eksekusi senyapnya berevolusi langsung menjadi Sekiro: Shadows Die Twice (2019).