Rise of Nations (2003)
Sintesis Mulus Karya Brian Reynolds dan Big Huge Games antara Skala 4X Civilization dan Strategi Waktu Nyata
Dirancang oleh arsitek utama Civilization II dan Sid Meier's Alpha Centauri Brian Reynolds sebagai debut Mei 2003 studio Big Huge Games bersama Microsoft Game Studios, Rise of Nations mewujudkan perkawinan sempurna antara konsep kekaisaran 4X dan strategi waktu nyata (RTS). Memimpin delapan belas peradaban melintasi delapan zaman sejarah dari ketapel batu hingga pengebom siluman, gim ini menghadirkan batas wilayah dinamis dan ekonomi tak habis.
Batas Nasional, Ekonomi Tak Terkuras, dan Gesekan Pasokan
Mendirikan Big Huge Games di Maryland bersama rekan-rekan Firaxis seperti Tim Train, Jason Coleman, dan Doug Kaufman, perancang Brian Reynolds merumuskan cara memadatkan enam ribu tahun wilayah kekuasaan, Keajaiban Dunia, serta riset perpustakaan ala Civilization ke dalam laga RTS padat berdurasi empat puluh lima menit. Alih-alih menggunduli hutan dan memindah buruh tambang, Rise of Nations memperkenalkan aliran abadi Pangan, Kayu, Logam, Minyak, Kekayaan, serta Pengetahuan yang diatur Batas Niaga di banyak kota. Riset sipil memperluas garis Perbatasan Nasional berwarna di atas peta yang perlahan menggerus nyawa pasukan penyerbu apabila nekat melintasi tapal batas tanpa kawalan Gerobak Pasokan.
Delapan Zaman Sejarah, Jam Armageddon, dan Conquer the World
Delapan belas bangsa unik—mulai dari Inca, Maya, dan Bantu hingga Turki, Romawi, serta Jepang—mengerahkan Kekuatan Bangsa dan unit khas melintasi delapan era sejak Zaman Kuno sampai Zaman Informasi, tempat pasukan senapan lontak bisa berhadapan langsung melawan tank apabila lawan melalaikan riset universitas. Bahkan kebuntuan nuklir akhir laga tunduk pada aturan elegan: setiap ledakan rudal balistik menurunkan penghitung Armageddon global yang akan menjatuhkan kekalahan bersama bagi seluruh pemain bila melewati ambang batas. Disempurnakan kampanye peta dunia bergaya Risk bertajuk Conquer the World serta ekspansi Thrones and Patriots (2004), karya ini berdiri sebagai tonggak tertinggi RTS sejarah.