The Settlers III (1998)
Penemuan Ulang Berani Volker Wertich yang Menghapus Jaringan Jalan demi Faksi Asimetris dan Tempur Langsung
Menandai kembalinya sang pencipta seri Volker Wertich ke kursi sutradara di Blue Byte pada November 1998, The Settlers III merombak arsitektur inti waralaba dengan menghapus jaringan jalan wajib demi pengangkut berjalan bebas serta komando pasukan taktis langsung. Membedakan bangsa Romawi, Mesir, dan Asia lewat rasio material, persembahan minuman, serta mukjizat ilahi, gim ini menjadi rilisan terlaris Blue Byte pada akhir 1990-an.
Logistik Berjalan Bebas, Peradaban Asimetris, dan Komando Militer Langsung
Bertekad tidak sekadar memoles ulang grafis The Settlers II, Volker Wertich meniadakan keharusan memasang jalan dan bendera sehingga para pengangkut berjalan bebas serta secara alami membentuk jalan setapak tanah di jalur sibuk antara bengkel dan gudang. Untuk pertama kalinya, peradaban berfungsi secara asimetris: bangsa Mesir mengandalkan batu melimpah serta pembuatan bir, bangsa Asia membangun cepat dari kayu dan menanam padi rawa untuk menyuling arak, sedangkan bangsa Romawi memfermentasi anggur kebun—masing-masing mempersembahkan sesaji kepada Jupiter, Horus, atau Ch'ih-Yu guna membuka mantra tempur. Sistem pertarungan pun beralih ke kendali langsung menggunakan tetikus atas formasi prajurit pedang, tombak, dan pemanah.
Quest of the Amazons, Popularitas Multipemain, dan Jebakan Besi Jadi Babi
Didukung portal pencocokan daring milik Blue Byte serta jaringan lokal, The Settlers III berkembang pesat sebagai gim strategi multipemain kompetitif di Eropa Tengah dan memperoleh faksi keempat bernuansa matriarkal dalam ekspansi populer Quest of the Amazons (1999). Gim ini juga abadi dalam sejarah komputasi berkat salah satu jebakan anti-pembajakan paling cerdik yang pernah dirancang: ketika salinan bajakan terdeteksi, tungku peleburan besi diam-diam menghasilkan babi hidup alih-alih batangan besi, melumpuhkan bengkel senjata setelah berjam-jam bermain dan membuat pembajak kebingungan menelepon saluran bantuan pelanggan karena mengira mereka menemukan kutu permainan yang aneh.