Shadow Hearts: Covenant (2004)
JRPG Okultisme Perang Dunia I Karya Matsuzo Machida yang Digerakkan Roda Judgment Ring
Shadow Hearts: Covenant (berjudul Shadow Hearts II di Jepang) adalah gim peran PlayStation 2 tahun 2004 yang ditulis dan disutradarai Matsuzo Machida di Nautilus. Melanjutkan langsung akhir tragis gim orisinal 2001 di tengah tahun 1915 alternatif bernuansa okultisme, kisahnya mengiringi perubah wujud Yuri Hyuga melintasi Eropa yang dilanda perang hingga Jepang sembari mematangkan roda tempur berirama Judgment Ring.
Kelanjutan Tragis dan Intrik Okultisme Eropa Tahun 1915
Digarap oleh Nautilus — nama baru studio Sacnoth yang didirikan mantan pengembang Square — Shadow Hearts: Covenant mengambil langkah berani dengan menjadikan 'akhir buruk' menyedihkan dari gim tahun 2001 sebagai alur resmi. Enam bulan sesudah gagal menyelamatkan Alice Elliot, Harmonixer yang berduka Yuri Hyuga terkena kutukan bilah benalu di sebuah desa Prancis yang dikepung tentara Jerman pada 1915. Ditemani perwira Jerman Karin Koenig, serigala putih Blanca, dalang boneka Geppetto, pegulat vampir Joachim, serta putri kekaisaran Anastasia Romanov, Yuri melawan Grigori Rasputin dan perkumpulan rahasia Sapientes Gladio dalam pengembaraan dua DVD yang menyelaraskan duka gotik dengan humor jenaka.
Roda Tempur Judgment Ring dan Kolaborasi Tiga Komposer
Setiap tindakan dalam Covenant berpusat pada Judgment Ring, piringan waktu menyerupai radar tempat pemain menekan tombol tepat saat jarum menyapu zona serang berwarna serta bidang kritis. Memperluas rancangan gim pertama, Nautilus menghadirkan kustomisasi lebar cincin, rangkaian sihir gabungan antaranggota tim, Sanity Points yang memicu kegilaan apabila pertempuran berlangsung terlalu lama, hingga papan lambang sihir Solomon's Key. Diperkuat aransemen elektro-simfoni memikat yang mempertemukan komposer tetap Yoshitaka Hirota dengan Yasunori Mitsuda (Chrono Trigger) dan Kenji Ito (SaGa), Covenant berdiri sebagai salah satu JRPG kultus paling berkarakter di PlayStation 2.