Final Fantasy X (2001)
Tonggak Sejarah Square di PlayStation 2 yang Menghadirkan Dunia 3D Penuh, Sulih Suara, dan Ziarah Spira
Final Fantasy X adalah game RPG tahun 2001 yang dikembangkan dan diterbitkan oleh Square sebagai debut seri ini di PlayStation 2. Dipimpin Yoshinori Kitase bersama Motomu Toriyama, Toshiro Tsuchida, penulis Kazushige Nojima, desainer karakter Tetsuya Nomura, serta trio komposer Nobuo Uematsu, Masashi Hamauzu, dan Junya Nakano, karya ini memelopori sulih suara penuh, lingkungan 3D utuh, dan sistem tempur CTB.
Meninggalkan Nuansa Eropa Menuju Ziarah Tropis Penuh Haru di Spira
Melangkah ke kekuatan perangkat keras Emotion Engine milik PlayStation 2, Yoshinori Kitase dan Kazushige Nojima sengaja meninggalkan kastel Eropa maupun kota industri kelam demi membangun Spira — kepulauan tropis bermandikan cahaya matahari yang terinspirasi Okinawa, Bali, dan Pasifik Selatan namun dihantui amukan berulang monster paus raksasa Sin. Terlempar dari gemerlap kota Zanarkand menuju tatanan dunia teokratis yang tunduk pada ajaran Yevon, bintang olahraga air blitzball Tidus mengawal pemanggil arwah lembut Yuna beserta para penjaganya — Auron, Wakka, Lulu, Kimahri, dan Rikku — berziarah dari kuil ke kuil. Sebagai seri Final Fantasy pertama bersulih suara penuh, terkuaknya rahasia bahwa ritual Final Summoning menuntut nyawa Yuna sendiri menghadirkan perenungan mendalam tentang dogma dan kehilangan.
Strategi Conditional Turn-Based, Sphere Grid, dan 'To Zanarkand'
Pengarah pertarungan Toshiro Tsuchida mengistirahatkan takaran waktu Active Time Battle yang telah berusia sepuluh tahun demi sistem Conditional Turn-Based Battle (CTB), menampilkan jendela urutan giliran pasti sekaligus mengizinkan pergantian instan ketujuh anggota kelompok di tengah pertarungan tanpa penalti serta kendali penuh atas makhluk panggilan Aeon. Peningkatan level konvensional pun digantikan papan jalur bercabang Sphere Grid yang membebaskan perancangan kemampuan tiap tokoh. Diiringi denting piano menyayat hati 'To Zanarkand' gubahan Nobuo Uematsu — yang untuk pertama kalinya berbagi kursi komposer seri utama bersama Masashi Hamauzu dan Junya Nakano — Final Fantasy X menembus delapan juta kopi di PS2 dan melahirkan sekuel langsung perdana Final Fantasy X-2 pada 2003.