Nusantara Online (2009)
MMORPG Historis Kepulauan 3D yang Direkayasa di Atas Kerangka Kerja ANGEL
Dikembangkan di Bandung oleh Sangkuriang Studio dan PT Nusantara Wahana Komunika antara tahun 2007 dan 2009, Nusantara Online merupakan MMORPG historis tiga dimensi pertama yang direkayasa di Indonesia dengan memanfaatkan kerangka kerja ANGEL di atas OGRE 3D untuk merekonstruksi kerajaan prakolonial seperti Majapahit, Sriwijaya, dan Pajajaran.
Rekayasa Mesin Mandiri dan Integrasi Middleware Sumber Terbuka
Pada pertengahan hingga akhir dekade 2000-an, sektor warung internet (warnet) di Asia Tenggara didominasi oleh judul-judul permainan daring berlisensi dari Korea Selatan, Tiongkok, dan Amerika Utara seperti Ragnarok Online, RF Online, serta Seal Online yang membutuhkan pembayaran royalti valuta asing dalam jumlah besar. Merespons kondisi tersebut, sekelompok alumni Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam Sangkuriang Studio bersama PT Nusantara Wahana Komunika (Telematika Nusantara) memulai perancangan arsitektur MMORPG klien-server mandiri pada tahun 2007. Alih-alih menyewa lisensi mesin komersial asing berbiaya tinggi, tim perekayasa membangun ANGEL (ANother Game Engine Library), sebuah lapisan middleware khusus yang mengintegrasikan perender grafis sumber terbuka OGRE 3D, pustaka audio spasial OpenAL, mesin fisika Newton Game Dynamics, serta protokol jaringan RakNet. Setelah melalui uji beban beta terbuka di Universitas Gunadarma, Depok pada Desember 2009 dan peluncuran komersial pada infrastruktur pusat data PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) di Jakarta pada awal 2010, proyek ini meraih penghargaan pada ajang Indonesia Information and Communication Technology Awards (INAICTA).
Historiografi Prakolonial dan Sistem Kemahiran Tanpa Kelas Kaku
Berbeda dengan pakem fantasi abad pertengahan Barat atau seni bela diri Asia Timur yang lazim digunakan dalam MMORPG gratis pada masanya, Nusantara Online mendasarkan perancangan dunianya pada historiografi kawasan kepulauan Asia Tenggara abad ke-14 dan ke-15. Pemain berinteraksi di dalam entitas politik historis yang mencakup kemaharajaan maritim Sriwijaya di Sumatra, kerajaan agraris-maritim Majapahit di Jawa Timur, kerajaan Sunda Pajajaran di Jawa Barat, hingga kesultanan Samudera Pasai. Riset arkeologis diterapkan dalam pemodelan arsitektur candi, benteng kayu vernakular, serta metalurgi tradisional seperti keris, kujang, dan mandau. Secara mekanis, permainan ini meniadakan sistem kelas karakter yang kaku dan menggantinya dengan sistem kemahiran berbasis penggunaan langsung, di mana kecakapan memanah, bertarung, atau menempa meningkat sesuai frekuensi latihan, disertai simulasi sosial-politik yang memungkinkan faksi pemain mengelola wilayah dan menetapkan pajak.