Catherine (2011)
Thriller Psikologis Asmara Surealis dan Teka-Teki Panjat Balok Berkecepatan Tinggi Karya Tim Persona di Atlus
Digarap di Atlus oleh trio kreatif Persona 3 dan 4—Katsura Hashino, Shigenori Soejima, serta Shoji Meguro—sebagai proyek konsol definisi tinggi perdana mereka pada Februari 2011, Catherine menyatukan kecemasan komitmen orang dewasa dengan teka-teki aksi memanjat ruang yang menegangkan. Sore hari dihabiskan insinyur peragu Vincent Brooks membalas pesan rahasia di bar Stray Sheep, sedangkan malam harinya ia harus memanjat menara balok runtuh bersama para pria peselingkuh.
Perselingkuhan di Bar Stray Sheep dan Kutub Moral Dewasa
Berfungsi sebagai uji coba teknis definisi tinggi sebelum penggarapan Persona 5, Catherine mengangkat ketakutan usia tiga puluhan terhadap pernikahan, tanggung jawab menjadi orang tua, serta kebebasan pribadi. Kehidupan tenang pemrogram sistem berusia tiga puluh dua tahun, Vincent Brooks, mendadak jungkir balik saat kekasih lamanya yang tegas, Katherine McBride, menuntut kepastian menikah dan kehamilan tepat ketika Vincent terbangun di samping gadis pirang menggoda berusia dua puluh dua tahun bernama Catherine. Dihidupkan oleh sinematik anime ekspresif buatan Studio 4°C, babak petang berlangsung di dalam bar Stray Sheep tempat pemain menyesap koktail, mengobrol dengan pengunjung galau, menyusun balasan SMS baris demi baris di ponsel lipat, serta menjawab bilik pengakuan yang menggeser batin Vincent antara Order dan Chaos.
Menara Balok Mimpi Buruk, Aransemen Klasik, dan Esports Colosseum
Begitu Vincent terlelap, legenda kota mengenai pria tidak setia yang tewas di ranjang menjelma menjadi alam penyucian surealis berisi domba-domba berjalan dua kaki yang saling curiga. Hanya berbekal sebantal tidur, Vincent wajib menarik, mendorong, dan bergelantungan di tepi balok batu, es, pegas, hingga jebakan paku guna merakit tangga darurat seraya dikejar wujud mengerikan rasa bersalahnya—mulai bayi raksasa bergergaji mesin sampai pengantin mengerikan—diiringi aransemen rock dan paduan suara Shoji Meguro atas karya klasik Bach, Beethoven, Chopin, serta Dvořák. Tak disangka, mode tanding dua pemain 'Colosseum' melahirkan komunitas esports sengit di panggung turnamen gim pertarungan seperti EVO dan berlanjut ke edisi Catherine: Full Body pada 2019.