North & South (1989)
Adaptasi Komik Prancis-Belgia Jenaka Karya Infogrames yang Memadukan Strategi Perang Saudara dan Aksi
Disutradarai dan diprogram oleh Stéphane Baudet di penerbit Prancis Infogrames pada 1989, North & South mengadaptasi komik klasik Prancis-Belgia Les Tuniques Bleues karya Raoul Cauvin dan Willy Lambil menjadi hibrida strategi-aksi yang sangat adiktif. Menyatukan peta jalur kereta Perang Saudara Amerika (1861–1864) ala Risk dengan pertempuran meriam waktu nyata dan aksi merampok kereta, gim ini melegenda di Amiga, Atari ST, dan NES.
Humor Komik Les Tuniques Bleues di Atas Peta Kereta Hidup
Pada puncak kejayaan adaptasi komik Eropa di penghujung 1980-an, perancang Infogrames Stéphane Baudet berhasil menangkap kelucuan khas karya Willy Lambil dan Raoul Cauvin sejak layar pengaturan awal—tempat mengklik bagian belakang juru foto perang akan memancing tawa geli digital yang ikonis. Melintasi empat pilihan tahun mulai 1861 hingga 1864, jenderal kubu Utara maupun Selatan menggerakkan bidak pasukan dari satu negara bagian ke negara bagian lain demi menguasai stasiun kereta penghasil karung emas bagi perekrutan pasukan baru. Bahaya opsional menyuntikkan kekacauan kocak: awan badai menghambat gerak tentara, penjaga perbatasan Meksiko yang terbangun dari tidur siang melempar bom, serbuan suku asli menghantam barat, dan kapal Eropa menurunkan bala bantuan.
Kendali Tiga Satuan Tempur dan Pembajakan Lokomotif Melaju
Begitu dua pasukan beradu di satu wilayah, peta strategi berganti menjadi pertempuran lapangan waktu nyata yang dipisahkan jembatan ngarai serta sungai. Pemain berpindah kendali seketika di antara tiga formasi berbeda—infanteri senapan, kavaleri pedang yang terus menyerbu maju begitu dipacu, serta meriam yang jarak lontar pelurunya ditentukan lamanya menahan tombol tembak—sambil berlomba meledakkan jembatan tepat saat lawan melintas. Menyergap kereta lawan atau menyerbu benteng memicu adegan platformer gulir samping seru tempat seorang prajurit melompati atap gerbong menghindari anjing penjaga dan dinamit demi merebut kemudi lokomotif, menjadikannya sajian duel dua pemain yang tak lekang oleh waktu.