Mojiken Studio (Indonesia's Poetic Narrative Masters)
Mojiken Studio, didirikan pada tahun 2013 di Surabaya, Jawa Timur oleh Eka Pramudita Muharram dan sekelompok ilustrator lokal, adalah pilar pengembangan game indie Asia Tenggara yang terkenal secara internasional. Bermitra dengan penerbit Toge Productions, Mojiken menciptakan perumpamaan kesedihan yang bebas dialog *Ketika Masa Lalu Ada* (2020) dan mahakarya masa depan pedesaan Indonesia tahun 1990-an yang terkenal *A Space for the Unbound* (2023), mendapatkan nominasi bergengsi untuk 'Games for Impact' di The Game Awards.
Dari Kolektif Seni Surabaya hingga Mojikamp
Mojiken berawal dari sebuah studio ilustrasi dan pengembangan visual di Surabaya. Untuk beralih ke penyampaian cerita yang interaktif, tim mengadakan 'Mojikamp', sebuah lokakarya game jam internal yang menantang para seniman untuk membuat kode prototipe skala kecil yang mengeksplorasi kerentanan, ingatan, dan rutinitas sehari-hari di Indonesia.
Ketika Masa Lalu Ada: Duka Tanpa Kata
Pada tahun 2020, Mojiken memulai debutnya *Ketika Masa Lalu Ada*, sebuah petualangan teka-teki tunjuk-dan-klik yang pahit yang merinci seorang pemain biola muda yang sedang memproses kehilangan pribadi yang mendalam. Benar-benar tanpa teks, permainan ini mengomunikasikan penyembuhan psikologis murni melalui komposisi biola Masdito Bachtiar dan alur cerita indah Brigitte Brenda.
Ruang untuk Ketenaran yang Tak Terikat dan Global
Dirilis pada Januari 2023, *A Space for the Unbound* muncul sebagai mahakarya Indonesia. Bertempat di kota Jawa tahun 1990-an yang penuh cinta, siswa sekolah menengah Atma dan Raya menavigasi kiamat yang akan datang bersamaan dengan eksplorasi tajam tentang kesehatan mental remaja dan isolasi sosial. Dinominasikan di The Game Awards, judul tersebut merupakan ekspor narasi paling membanggakan di Indonesia.